Haruskah Orangtua Berteman dengan Anak di Facebook

Standard

Jakarta (ANTARA News) – Untuk berteman atau tidak berteman adalah pertanyaan besar yang dihadapi banyak orangtua mengenai para remaja di Facebook.

Tiga perempat orang tua ditanyai dalam survei Nielsen mengatakan, mereka berteman dengan anak-anak mereka di situs jejaring sosial populer yang didukung 500 juta pengguna aktif. Tapi sepertiga dari mereka khawatir, mereka tidak bisa mengetahui segala aktivitas anak-anaknya di web.

Mungkin dengan alasan yang bagus, hampir 30 persen remaja jika diberi pilihan mereka tidak ingin berteman dengan orangtuanya di Facebook.

“Nomor satu masalah pengasuhan, setidaknya dengan diskusi saya bersama orangtua yang mengakses Facebook,” kata Regina Lewis, seorang penasihat konsumen dengan layanan perusahaan online AOL, yang turut bergabung mengembangkan survei.

“Ini adalah bagian dari realitas pengasuhan modern.”

Jumlah rata-rata teman-teman di Facebook adalah 130, tetapi untuk remaja dapat jauh lebih tinggi, menurut Lewis.

“Saya pikir persentase orang tua yang berteman dengan anak-anak mereka menyolok tinggi. Hal ini lebih dari 70 persen,” katanya, menambahkan anak-anak dua kali lebih mungkin tidak ingin berteman dengan ibunya ketimbang ayahnya.

Bagi beberapa anak berteman dengan orangtua tidak selalu pilihan. Dalam 41 persen rumah tangga ada aturan bahwa anak-anak yang menggunakan Facebook harus berteman dengan orang tua mereka.

“Untuk beberapa orangtua tidak menjadi starter (yang memulai),” kata Lewis.

Masalah pertemanan adalah tindakan keseimbangan yang halus antara anak-anak berkembang untuk kemerdekaannya dan keinginan orangtua untuk memantau apa yang terjadi serta memastikan anak-anak mereka aman.

Pada hampir setengah dari kasus, anak-anak mengatakan, mereka akan lebih suka berteman dengan orangtua mereka secara pribadi di web tanpa orang tua mengirim komentar.

Nielsen menanyai 1.024 orangtua dan 500 anak-anak berusia 13 sampai 17 tahun dalam polling online. Lebih dari separuh anak-anak mengakui tidak mengetahui secara pribadi seluruh temannya di Facebook, dan 41 persen orangtua mengentahui setengah atau kurang dari teman-teman Facebook anaknya.

“Pertemanan tentu saja merupakan cara untuk mengisi daftar teman anda dengan cepat,” kata Lewis dikutip Reuters.

“Itulah sebabnya jumlah teman bersama adalah salah satu faktor penting dalam mencari tahu kemungkinan seseorang adalah orang asing,” tambah dia, merujuk pada seseorang yang seharusnya tidak ada.

Dua puluh persen orangtua mengakui bahwa mereka telah memberitahu anak-anak mereka kepada seseorang yang tidak dikenalnya.

Apakah mereka adalah teman atau tidak, Lewis mengatakan bahwa menjadi orang tua harus bertanggung jawab dan perlu mengawasi apa yang anak-anak mereka lakukan dalam online.

Sumber : di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s