Melacak Teori Einstein dalam Al-Qur’an

Standard

Oleh Wisnu Arya Wardhana*

Perjalanan hidup Einstein, setelah lulus dari SMA dengan nilai minim , Einstein masuk Insitut Politeknik di Zurich , Swiss. Setelah lulus , Einstein belum bias langsung mendapat pekerjaan karena nilainya kurang bagus . Einstein bahka mengubah kewarganegaraan dari Jerman menjadi berkewarganeraan Swiss , Einstein juga sempat menjadi guru les privat SMA , hingga akhirnya Einstein bekerja sebagai juru tulis di kantor patent di Bern .

Hasil pemikiran Einstein antara lain :

Teori efek photo listrik yang menjelaskan pengeluaran elektron dari orbitnya akibat adanya partikel lain yang menabraknya .
E = h υ : E= energi cahaya

H= konstanta planck
υ=frekuensi

Pada tahun 1905 Einstein mengumumkan teori-teori baru dalam bidang fisika teori yang disebut sebagai Teori Einstein , yaitu: Kecepatan cahaya adalah 300.000 km/detik ; kecepatan cahaya adalah kecepatan tertinggi di alam ini.
Kesetaraan energi dan massa

E = energi
m = massa benda
c = kecepatan cahaya


Teori relativitas Einstein

m = massa benda bergerak
mo = massa benda diam
v = kecepatan benda bergerak
c = kecepatan cahaya

Ketiga teori Einstein tersebut belum banyakmendapat perhatian dari para ilmuwan .Pada tahun 1907 Einstein mengerjakan teori kuantum untuk perhitungan fenomena panas pada suhu rendah , dan Einstein mulai menarik para ilmuwan .Pada tahun 1912 Einstein menerima tawaran mengajar fisika teori di Universitas Zurich , Swiss dan Universitas Jerman di Praha .Tahun 1913 Einstein menerima tawaran sebagai direktur Institut Fisika Kaisar Wilhelm di Berlin , meskipun akibatnya Einstein harus bercerai dengan istrinya, Mileve Marie, yang lebih mencintai negaranya, Swiss . Einstein mulai diperhatikan para ilmuwan , kedudukan dan keadaan ekonominya makin mantap , akan tetepi rumah tangganya hambar karena Einstein tidak punya istri lagi . Tapi setelah Einstein memutuskan untuk menikah dengan Elsa, Einstein mulai bersemangat lagi dengan penelitiannya .
Tahun 1916 , Einstein mengemukakan Teori relativitas umum dan dipatentkan atas nama Einstein sebagai dosen / ilmuwan / fisikawan , bukan sebagai seorang juru tulis kantor patent .Tahun 1926 akhirnya Einstein menrima hadiah nobel dalam bidang fisika , khususnya mengenai teori efek photo listrik yang dikemukakan tahun 1905, dan bukan dari teori relativtasnya yang terkenal itu .
Ketiga teori Einstein membahas mengenai kecepatan cahaya . Kecepatan cahaya sudah menjadi focus dari penelitian banyak ilmuwan antara lain Ibnu Sina ( Avicenna ) Abu Ali bin Al Hassan Ibn Al Haytsam ( Alhazen ) pada 1039 M ,Olaus Roemer ( 1976) , James Bradley ( 1728) , Armand Fizeau ( 1849 ), Leon Foucault(1859) , Rosa dan Dorsey ( 1907 ) dan yang terakhir Evanson ( 1973). Pada awalnya kecepatan cahaya dianggap takterhingga , tapi dari penelitian–penelitian di atas didapat kecepatan cahaya ternyata mendekati hara yang terhingga . Ketertarikan Einstein terhadap cahaya disebabkan karena apa sebenarnya maksud Tuhna menciptakan cahaya , karena sesungguhnya segala sesuatu yang diciptakan Tuhan pasti ada gunanya . Einstein berfikir apa sebenarnya manfaat kecepatan cahaya ynag begitu besar itu . Hingga akhirnya muncullah ketiga teori Einstein tersebut , dan Einstein lah yang pertama kali menggunakan “c” dalam memecahkan persoalan yang dihadapi dalam fisika modern . Sehingga para fisikawan sepakat menamakan harga “c” sebagai konstanta Einstein .
Di dalam pencariannya menemukan teori-teori fisika , Einstein berfikir kearah penciptaan alam semesta ini , karena Einstein menemukan keseimbangan , keteraturan dan kesempurnaan hokum alam .Pengamatan Einstein inilah yang membawanya kepada suasana kejiwaan yang “religius” . Einstein ingin mengetahui tentang Sang Maha Pencipta yang paling sesuai dengan logika dan jalan pikirannya , bukan hanya harus dipercayai secara dogmatis seperti yang dialami Einstein selama ini .
Einstein melengkapi bukti bukti ilmiah dari pengamatannya selama ini dengan bukti bukti filosofis yang mendukung . Einstein banyak membaca tentang pendapat Plato dan Aristoteles .
Hasil pengamatan Einstein bahwa alam semesta ini senantiasa berkembang , dalam astrofisika dijelaskan dengan “The Red Shifts Theory” . Einstein juga yakin bahwa pasti ada awal mula penciptaan alam semesta ini , dalam astrofisika , awal mula penciptaan alam semesta dikenal dengan teori “big bang” . Einstein memandang peristiwa ini secara matematika . Einstein menganggapnya sebagai proses integrasi . Harga batasnya didapat dari teori “the white dwarf” ( proses kematian suatu bintang ). Dari pengamatan –pengamatan nya ini , Einstein berpendapat bahwa :
Satu satunya hal yang tidak dapat dimengerti mengenai alam semesta ini adalah bahwa dia dapat dimengerti”

Dari pemikiran Einstein yang berpendapat bahwa alam semesta ini ada awal penciptaannya , Einstein mulai berpikir pasti ada yang menciptakannya . Pencarian eksistensi Tuhan juga sudah dilakukan oleh ilmuwan lain seperti Stephen Hawking , selain itu filosof bahkan biarawan juga telah melakukannya .
Pencarian eksistensi TUhan oleh para ilmuwan barat adalah hal yang sangat menarik , karena dengan pencariannya tersebut mereka mencoba berpikir tentang pemisahan antara masalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan masalah agama , atau lebih dikenal dengan pemikiran sekuler . Kenyataan ini menunjukkan bahwa para ilmuwan dan filosof barat mendapat kesulitan menerapkan hasil pemikiran mereka tentang alam semesta yang rasional dengan kenyataan yang ada dalam kitab suci mereka.Pencarian Einstein tentang eksistensi Tuhan , membawanya pada kesimpulan bahwa eksistensi Tuhan tidak dapat dirumuskan secara matematika atau fisika . Einstein menyatakan bahwa : “Tuhan memang rumit , tetapi tidak jahat”
Pengakuan Einstein tersebut , mengungkapkan bahwa tidak mungkin dengan kemampuan terbatas manusia , kita bias mencoba mengetahui tentang zat-Nya . Seperti yang terungkap dalam hadist nabi :
“Berpikirlah tentang segala ciptaan Allah , Akan tetapi janganlah berpikir tentang zat-Nya”

Jadi eksistensi Tuhan akan nampak dari pemikiran kita terhadap penciptaan langit dan bumi , termasuk penciptaan diri manusia sendiri tanpa harus memikirkan bentuk eksistensi Tuhan sebagai fungsi persamaan matematika atau fisika .
Titik fokus Einstein dalam pencarian eksistensi Tuhan ternyata bukan dengan besaran-besaran fisika melainkan melalui pengamatan alam semesta . Banyak ayat dalam Al-Qur’an yang baik seacara tersurat maupun tersirat mmangajak manusia untuk melakukan pengamatan terhadap alam semesta . Dari Hasil pengamatan tersebut akan nampak kesesuaian nya dengan apa yang terkandung dalam Al-Qur’an , dan ada akhirnya nanti akan semakin membawa manusia lebih dekat dengan Sang Pencipta .
Pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an adalah termasuk amalan “tajdid” , yang sangat tergantung dengan tingkat pengetahuan seseorang. Jadi seiring dengan beerkembangnya Ilmu Pengetahuan manusia maka akan semakin berkembang pulalah kemampuan mamhami makna yang terkandung dalam Al-Qur’an .
Teori Einstein yang sebenarnya telah termuat dalam Al-Qur’an .
Ketiga teori Einstein memuat kecepatan cahaya , di dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat 5 dijelaskan :
Matahari dan bulan memiliki garis edarnya sendiri, Matahari dan bulan memiliki periode edarnya sendiri-sendiri. tersirat kecepatan jalannya cahaya
Kecepatan cahaya sendiri sudah tersirat dalam Al-Qur’an surat As Sajadah ayat 5 , yeitu tentang kecepatan malaikat turun dari langit ke bumi dan kembali menghadap Allah dalam satu hari yang lamanya sama dengan 1000 tahun menurut ukuran manusia .Hal itu membuktikan bahwa cahaya adalah kecepatan tertinggi dan manusia tidak bias menyamainya dan menunjukkan suatu besarab yang dapat menunjukkan kecepatan cahaya .
Cara peghitungan kecepatan cahaya melalui versi Al-Qur’an dan membandingkannya dengan peneliti peneliti terdahulu , yang ternyata hasilnya mendekati nilai-nilai dari hasil pengukuran ilmuwan ilmuwan sebelumnya , yaitu kalau dibulatkan sebesar 300000 km/detik .
Dr.Mansour Hasaf ElNabi , seorang ahli astrofisika Mesir menemukan cara perhitungan kecepatan cahaya , sebagai berikut :

[Jarak yang ditempuh oleh “Sang Uruan ” ( Malaikat /nur ) dalam satu hari ] =
[Jarak yang ditempuh oleh bulan selama 1000 tahun atau 12000 bulan ]

c.t = 12000 . L
dengan :
c= kecepatan cahaya
t= waktu selama 1 hari
L= panjang rute edar bulan selama satu bulan
Untuk menghitung lebih lanjut, dalam astronomi dikenal 2 macam sistem kalender bulan , yaitu
Sistem Sinodik , yaitu kalender bulan yang didasarkan pad apenampakan semu gerak bulan dan matahari apabila dilihat dari bumi
Berdasarkan sitem Sinodik :
1 hari = 24 jam
1 bulan = 29,52059 hari
Sistem Sideral , yaitu kalender bulan yang didasarkan pada pergerakan relatif bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta
Berdasarkan Sistem Sideral :
1 hari = 23 jam 56 menit 4,0906 detik = 86164,0906 detik
1 bulan = 27,321661 hari
Perhitungan akan mendekati nilai kecepatan cahaya yang lebih tepat jika menggunakan sistem sideral
Revolusi bulan penuh berbentuk kurva , membentuk sudut 26,928480 dan memerlukan waktu 27,321661 hari (sistem sideral ). Panjang garis lengkung , adalah
L = v.t
Dengan :
L= panjang garis lengkung
v = kecepatan bulan
T= periode revolusi bulan (27,321661 hari)
Ada 2 macam kecepatan bulan yaitu:
Kecepatan relatif terhadap bumi
v* = 2πR/T
dengan :
R = jari-jari revolusi bulan =384264 km
T = periode revolusi bulan = 655,71986 jam
v* = 2 (3,14) (384264) /(655,71986) = 3682,07 km/jam
Kecepatan relatif terhadap bintang dan alam semesta
Menurut Einstein faktor koreksi Kecepatan relatif terhadap bintang dan alam semesta
terhadap Kecepatan relatif terhadap bumi adalah cosinus ,
v = v* . cos α = v* . cos 26,928480

Bila dihitung lebih lanjut
c.t = 12000.L ; dengan L = v . T
c . t = 12000 .v . T ; v = v* . cos α
c . t = 12000 . ( v* . cos α ). T ; v* = 3682,07 km/jam
T = 655,71986 jam
t = 86164,0906 detik
sehingga
c = 12000 . ( v* . cos α ) . T/t
= 12000 (3682,07 .cos 26,928480 ) 655,71986 / 86164,0906
= 299792,5 km/detik

Harga c diatas adalah hasil perhitungan berdasarkan Al-Qur’an yang nilainya adalah mendekati nilai c yang sudah dibuktikan oleh banyak ilmuwan
Teori kedua Einstein menyatakan adanya kesetaraan energi dengan massa ; E = m . c2 . Teori ini dapat diterapkan pada teori “the white dwarf” atau bintang yang padam . Dalam Al-Qur’an surat Al Qiyamah ayat 7-9 juga dijelaskan tentang fenomena bintang yang padam dan akan menjadi ringan dan kehilangan gaya gravitasinya , akibatnya garis edarnya menjadi tidak teratur karena tertarik oleh gravitasi bintang lain .
Teori ketiga Einstein atau relativitas khusus Einstein mengemukakan hubungan massa benda bergerak yang lebih besar dari masa diamnya .

Dalam Al-Qur’an surat Ar Rahman ayat 33 mengungkapkan bahwa untuk menembus penjuru langit dan bumi harus dengan kekuatan . Untuk terbang ke bintang terdekat manusia , ada 2 cara , pertama manusia harus terbang dengan kecepatan cahaya selama 4 tahun , dan itu tidak mungkin karena dengan kecepatan itu massa manusia akan menjadi tak terhingga .
Cara kedua dengan kecepatan 1/100 kecepatan cahaya , tapi dengan kecepatan itu akan menimbulkan gesekan terlalu tinggi dan pesawat akan terbakar . selain itu dengan kecepatan 1/100 kecepatan cahaya berarti perlu waktu 400 tahun perjalanan , yang tentu saja tidak mungkin dicapai manusia .
Ada kecepatan yang lebih tinggi dari kecepatan cahaya ,elektron yang begerak di dalam kolam teras reaktor nuklir mempunyai kecepatan yang lebih tinggi dari kecepatan cahaya di medium air. Sinar laser dapat menembus atom Caesium lebih cepat daripada kecepatan cahaya menembus atom Caesium ( diperkirakan sampai lebih cepat 300 kali. Bertambahnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi akan membawa manusia menyadari keterbasannya ilmunya ( Q.S.Al Israa’ : 85 )
Ayat-ayat Al-Qur’an yang membawa manusia utuk mengamati alam semesta selalu diakhiri dengan pengakuan kepada Sang Pencipta .Manusia dikaruniai mata telinga dan hati untuk dapat mangambil pelajaran dari apa yang ada di lingkungan nya , dan diharapkan dengan inderanya tersebut manusia dapat lebih dapat membawa kedekatan manusia dengan Allah swt . Dalam Al-Qur’ansurat Faaathir ayat 28 juga menjelaskan hal yang senada , yaitu orang yang takut kepada Allah adalah orang yang berilmu.
Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang secara langsung maupun tidak langsung mengungkapkan fenomena fenomena alam yang dapat dijelaskan secara logika. Manusia hanya harus menggunakan kemempuan yang dikaruniakan oleh Allah untuk memahami dan kemudian dapat memanfaatkannya untuk membawa kebaikan bagi kehidupan manusia . Dalam pandangan Islam kegiatan ilmiah yang bernilai ibadah ditandai dengan :
1. sejalan dengan isi dan kandungan Al-Qur’an
2. harus membawa manfaat bagi umat manusia
3. membawa pengakuan terhadap kemahakuasaan Allah
4. membawa kedekatan kepada Sang Khaliknya
Sumber : di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s